Minggu, 15 Januari 2017

Al-QUR'AN: MUKJIZAT MUHAMMAD



  Oleh: KHOIRUL ANAM

"Tiada seorang nabi pun kecuali ia diberi mukjizat yang dapat mengantarkan manusia beriman kepadanya." (HR. Bukhari).

Dalam khazanah tarih Islam kita ketahui bahwa rasul-rasul sebelum Muhammad saw dibekali mukjizat oleh Allah swt. berbentuk ayat-ayat kauniyah yang memukau, membelalakkan mata dan irasional. Nabi Musa as. dibekali mukjizat tongkat yang bisa berubah menjadi ular raksasa. Nabi Isa as. dibekali mukjizat berupa kemampuan menyembuhkan orang buta, orang berpenyakit lepra dan bahkan --dengan izin Allah swt-- dapat menghidupkan orang yang telah mati. Sedangkan Nabi Muhammad saw dibekali dengan mukjizat yang aqliyah, rasional dan menantang seluruh kemampuan akal manusia. Mukjizat itu adalah al-qur'an al-karim.

Bila kita pertelakan pendapat-pendapat tentang al-qur'an, maka akan kita dapati paling kurang tiga pendapat (An-Nabhani dalam Nidzamul Islam). Pertama, menyatakan bahwa al-qur'an itu gubahan orang Arab. Kedua, menyatakan bahwa al-qur'an itu karangan Muhammad dengan menyadur dari seorang pemuda Nasrani bernama Jabr. Ketiga, menyakan bahwa al-qur'an adalah wahyu yang berasal dari Allah swt. semata-mata.

Pendapat pertama, yaitu bahwa al-qur'an gubahan orang Arab, tertolak secara akal.  Al-qur'an telah menantang orang-orang Arab dan siapa pun (termasuk bangsa jin) untuk membuat karya gubahan semisal al-qur'an dengan tiga tahapan; menyusun lengkap yang semisal al-qur'an (QS. Al-Isra' [17] : 88), menyusun sepuluh surah saja yang semisal al-qur'an (QS. Hud [11] : 13-14), atau menyusun satu surah saja semisal al-qur'an (QS. Yunus [10] : 38 dan QS. Al-Baqarah [2] : 23). Ternyata mereka tidak pernah mampu, karena memang tidak akan pernah mampu.

Selain itu kita juga melihat bahwa al-qur'an memuat hukum-hukum yang sangat bertentangan praktik hukum yang dilakukan oleh bangsa Arab ketika itu. Padahal saat itu bangsa Arab dikenal sebagai bangsa jahili, pembunuh yang biadab, pemabok, penzina dan bertumpuk keburukan yang lain, sedangkan al-qur'an mengajarkan yang sebaliknya. Secara akal, al-qur'an tak mungkin disusun oleh orang Arab. Karena seandainya al-qur'an itu gubahan orang arab, tentu hukum yang diterakan dalam al-qur'an adalah hukum yang membenarkan dan menguntungkan kebiasaan-kebiasaan mereka.

Pendapat kedua, bahwa al-qur'an itu merupakan karya Muhammad --sebagaimana dituduhkan oleh sebagian orientalis-- tidaklah dapat diterima oleh akal sehat manusia. Pada pendapat pertama telah dibuktikan bahwa seluruh bangsa Arab dan bahkan seluruh manusia dan jin, telah tidak mampu menghasilkan karya yang serupa al-qur'an. Termasuk pula muhammad. Ia adalah manusia dan juga berasal dari kalangan orang Arab. Maka mustahil pula ia mampu menyusun karya serupa al-qur'an. Terlebih bila dikatakan bahwa al-qur'an yang berbahasa Arab itu disadur Muhammad  dari seorang nasrani non Arab yang diragukan kemampuan bahasa Arabnya.

Setelah kita membuktikan bahwa  al-qur'an bukanlah karangan orang-orang Arab, bukan pula gubahan Muhammad, maka adalah rasional pendapat yang menyatakan bahwa al-qur'an adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah swt sebagai kalamullah sekaligus mukjizat bagi orang yang mengembannya. Inilah keimanan kita yang rasional bahwa Al-qur'an diturunkan oleh Allah SWT. untuk dijadikan pedoman kehidupan  bagi seluruh umat manusia.
Wallahu a'lam bish shawab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon

Penelitian Hadits Tentang Bay'at Kepada Seorang Khalifah

PEMBAHASAN A.     Hadits Tentang Kewajiban Bay’at Pelacakan hadits dilakukan melalui kata-kata isim dan fi’il yang ada di awal mata...